MOTIVATION LETTER

                                 

 isi hati manusia itu tentu tidak sama tanpa kurang satupun perasaan cinta. tapi untuk pribadi selalu ada yang kurang karena pencapaian didalam hidup itu harus ada dorongan motivasi dari pihak luar. Sesuatu yang sangat mendorong saya,memotivasi saya,membuat saya selalui bangkit dari kegagalan apabila saya membaca kata-kata :

“KETIKA KAMU BERHASIL , TEMAN-TEMANMU AKHIRNYA TAHU SIAPA KAMU DAN KETIKA KAMU GAGAL,AKHIRNYA KAMU TAHU SIAPA SESUNGGUHNYA TEMAN-TEMANMU” ARTISTOTELES

 Isu yang penting ini, khususnya bagi kaum muda yang tengah dalam pencarian jati diri, kini mendapat perhatian dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pada 24 September yang lalu, UNICEF meluncurkan program Generation Unlimited di Sidang Umum PBB ke-73 sebagai bagian dari strategi pemuda di PBBYouth2030. Peluncuran ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres; Presiden Rwanda, Paul Kagame; Perwakilan dari Pemuda PBB, Jayathma Wickramanayake; Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore; dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore menjelaskan bahwa “Generation Unlimited” adalah wadah untuk mendengarkan suara anak muda dan bertujuan untuk mengajak remaja, terutama anak perempuan dalam pembelajaran, pelatihan, atau pekerjaan sesuai usia pada tahun 2030 nantinya. Grup K-pop dari Korea Selatan, BTS, menghadiri pertemuan yang bertempat di New York City. Perwakilan UNICEF Korea mengungkapkan BTS dipilih sebagai perwakilan dari anak muda karena sejak tahun lalu BTS dengan UNICEF sudah melakukan kampanye Love Myself yang ditujukan untuk mencegah kekerasan terhadap anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Kim Namjoon, atau yang lebih dikenal dengan RM, memberikan pidato mengenai penerimaan diri sesuai dengan kampanye “Love Myself.” Dalam pidato yang berdurasi enam menit, lead dari BTS ini secara seksama berbicara tentang pergumulan hidup yang dialami sampai akhirnya menemukan apa yang dia diinginkan dan dapat mengenali diri sendiri.

“And maybe I made mistake yesterday but yesterday’s me is still me. Today, I am who I am with all of my faults and my mistakes. Tomorrow, I might be a tiny bit wiser and that’ll be me too. The faults and mistakes are what I am, making up the brightest stars in the constellation of my life. I have come to love myself for who I am, for who I was, and for who I hope to become.”

“I’d like to ask all of you: What is your name? What excites you and makes your heart beat? Tell me your story. I want to hear your voice and I want to hear your conviction. No matter who you are, where you’re from, your skin color, your gender identity, just speak yourself. Find your name and find your voice by speaking yourself.”

Banyak sekali orang yang merendahkan,mengejek tetapi mereka tidak mengetahui apakah kemampuan mereka memang sudah sangat sempurna atau tidak. Tetapi tidak ada yang bisa melebihi kesempurnaan tuhan kita. Karena ilmu itu harus terus di cari dari kita dilahirkan kedunia sampai kita kembali kepada sang pencipta.

Kita tidak akan tahu bagaimana kita kedepannya,apakah teman kita lebih sukses dari kita,ataupun sebaliknya. Hal yang pasti adalah kita harus menghargai orang lain.

Pada saat saya diremehkan oleh teman saya,kata-kata itu memotivasi saya untuk saya tetap berjuang,untuk saya tetap optimis untuk membuktikan bahwa saya bisa,saya mampu dan mereka akan tahu siapa saya suatu saat nanti. Dengan keterbatasan saya,akan saya buktikan pada orang yang meremehkan saya,begitulah hati yang begitu berkobar apabila saya membaca kata-kata tersebut.  Begitu memotivasi luar biasa.

Walaupun memang terkadang dalam hidup tidak akan berjalan sesuai rencana, tetapi saya selalu ingat untuk memotivasi hidup saya yaitu “Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan” (Robert F. Kennedy).

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa produktivitas suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Maka untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, disamping usaha-usaha pemerintah yang telah dilakukan, diperlukan pula program-program rekayasa sosial dan implementasi teknologi dalam kerangka pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Program ini dilaksanakan melalui program-program transfer teknologi untuk usaha kecil menengah serta penguatan institusi intermediasi dan diinisiasi oleh pemuda. Maka, menurut kajian penulis, menjadi seorang sosialteknopreneur merupakan sebuah peran strategis untuk berkontribusi meminimalisir angka kemisikinan di Indonesia. Kegiatan sosialteknopreneur yang dimaksud penulis adalah gerakan ekonomi kerakyatan guna meningkatkan pendapatan untuk menggerakan konsumsi domestik sekaligus meningkatkan ekspor non migas dari sektor agribisnis, khususnya di pedesaan. Hasil riset yang begitu banyak tentu tidak akan bernilai ekonomi jika tidak diadopsi dalam produk atau proses produksi. Oleh karena itu kegiatan sosialteknopreneur merupakan kegiatan yang komprehensip yang berperan dalam mengidentifikasi, menyediakan dana, menyiapkan teknologi, mendukung ide, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di masing-masing wilayah. Jika sosialpreneur bekerja untuk kepentingan orang lain setelah mendapatkan hasil, maka seorang sosialteknopreneur memproses secara bersama sejak ia memulai usahanya.

Kegiatan ini membutuhkan proses panjang untuk menampakkan hasil karena seorang sosialteknopreneur tidak sekedar berwirausaha dan transfer teknologi namun juga bergerak untuk melakukan perubahan sosial dalam lingkup yang lebih luas, yakni dalam hal budaya, pendidikan, politik, dan keagamaan. Disini dibutuhkan gagasan bagaimana seorang sosialteknopreneur mampu menggerakan masyarakat untuk melakukan perubahan. Maka seorang sosialteknopreneur idealnya harus memiliki jiwa kepemimpinan, tanggungjawab untuk terjun langsung di masyarakat, mampu memotivasi, memimpin secara langsung dengan segala resiko dan mampu melindungi kehidupan rakyat. 

 

 

 


Komentar